Bandung, pada suatu masa, adalah ruang tunggu sejarah, tempat gagasan-gagasan tentang kemerdekaan berdiam sejenak, sebelum berangkat menjadi kenyataan.
Di kota ini, ide-ide tidak hanya ditulis, tetapi juga dirundingkan dalam sunyi, diselundupkan melalui percakapan, dan secara diam-diam ditanam seperti benih yang kelak tumbuh menjadi bangsa.
Maka ketika menyebut para perintis kemerdekaan di Bandung, kita sedang membicarakan bagaimana sebuah kota bisa menjadi perlintasan pikiran, tempat berbagai arah sejarah saling berpotongan.





















