Ngaleut Sejarah Transportasi di Bandung

Pada 1740-an kawasan Bandung hanya memiliki jalan setapak. Tandu, sapi, kerbau, kuda, hingga pikulan melalui jalan ini sebagai 'alat angkut' tradisional.

Kemudian Daendels membangun Grote Postweg atau Jalan Raya Pos, sepanjang Anyer hingga Panarukan, sejak 1810, yang melewati Bandung.

Fungsi jalan ini untuk menggantikan jalan setapak penghubung Batavia dengan Negorij Bandoeng, sebutan dari orang Belanda untuk kawasan Bandung. Dari pembangunan itulah kemudian alat transportasi lain bermunculan.

 

Era 1890-an, masyarakat Bandung mulai mengenal sepeda, atau saat itu dikenal dengan istilah 'kereta angin'. Teknologi sepeda tersebut juga mulai diadaptasi menjadi sarana angkutan massal lewat pedati.

Kemudian rute lintasan Jakarta-Bandung mulai dibangun pada 10 April 1869. Kereta api saat itu menggunakan loko uap C28 atau lokomotif tercepat dengan kecepatan maksimal 90 kilometer per jam.

Di era pertengahan 1900-an, sebagian petinggi Belanda sebenarnya juga sudah memiliki kendaraan pribadi berupa mobil uap. Mobil uap tersebut kebanyakan dimiliki oleh pengusaha perkebunan teh (Preanger Planters).














 



Pekerja teks komersial, juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku dengan kearifan lokal

Posting Komentar

Berkomentarlah sebelum komentar dilarang. Jika kolom komentar enggak muncul, hapus cache browser atau gunakan versi web.