Ngaleut Sincia di Kota Bandung

Dulu, orang-orang Indonesia lebih mengenal perayaan Imlek dengan istilah lain Sincia. Sampai tahun 50-an, orang-orang Indonesia biasa menikmati perayaan Imlek seperti saat ini, namun semua itu berubah ketika sentimen anti-China menyeruak sekitar tahun 60-an dan baru berangsur-angsur pulih setelah reformasi.

Sudah sejak dulu pula perayaan Imlek selalu diidentikan dengan turunnya hujan, sajian dodol cina atau kue keranjang, dan pertunjukan Barongsai.

Biasanya hujan selalu mengisi Tcia Gwee atau bulan pertama di tahun baru Tionghoa. Hal ini biasa dianggap sebagai pertanda “tahun hoki” bagi orang Tionghoa. Tahun baru ini juga selalu dirayakan dengan meriah.

Terbitnya matahari di awal tahun baru selalu disambut dengan kedatangan penganut Kong Hu Chu beramai-ramai ke Kelenteng. Sepulangnya dari sana, mereka mengadakan kunjungan ke berbagai kerabat. Anak-anak paling senang mengikuti kegiatan ini karena mengharapkan ang pao yang diberikan kerabat yang dikunjungi.




















Pekerja teks komersial, juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku dengan kearifan lokal

Posting Komentar

Berkomentarlah sebelum komentar dilarang. Jika kolom komentar enggak muncul, hapus cache browser atau gunakan versi web.