Pada April 2026, Atsuhiro Iwakami dilantik sebagai Business CEO of Music Business (Japan) Sony Group Corporation, merangkap President and Representative Director of the Board, Group CEO Sony Music Entertainment Japan.
Pria kelahiran 1972 ini bukanlah sosok asing di industri hiburan. Perjalanan karirnya selama hampir tiga dekade di Aniplex telah membentuknya menjadi salah satu figur paling berpengaruh di balik layar berbagai fenomena budaya pop global.
Arsitek di Balik Proyek Berkepanjangan
Karir Iwakami dimulai pada tahun 1997 ketika ia bergabung dengan Sony di divisi SPE Visual Works, yang kelak menjelma menjadi Aniplex. Sebagai produser, ia dikenal karena visinya yang tajam dalam memilih proyek dan kemampuannya merangkai kolaborasi-kolaborasi brilian.
Hubungan erat Iwakami dengan studio ufotable dan TYPE-MOON dimulai ketika ia menonton Futakoi Alternative pada tahun 2005. Ia terkesima dan langsung berpikir, "Ada studio animasi yang bisa membuat karya seperti ini!" Dari kekaguman itulah, ia menggagas animasi Kara no Kyoukai (The Garden of Sinners), yang ia sebut sebagai karya yang mengubah karirnya.
Kesuksesan proyek tersebut melahirkan kolaborasi panjang yang melahirkan deretan anime hits, termasuk Fate/stay night. Iwakami menjadi produser kunci dalam setiap proyek kolaborasi TYPE-MOON dan ufotable, yang dikenal dengan kualitas visual sinematik dan adaptasi cerita yang setia.
Salah satu capaian lainnya adalah sebagai produser untuk serial anime Monogatari. Adaptasi dari light novel karya NisiOisin ini menjadi salah satu waralaba terpenting Aniplex, yang memadukan dialog cepat, gaya visual unik, dan narasi yang kompleks. Kesuksesan Monogatari Series menunjukkan bahwa Iwakami memiliki naluri untuk menggarap proyek-proyek berani yang menantang konvensi anime pada zamannya.
Proyek Berisiko Tinggi: Madoka Magica dan FGO
| Foto: toyokeizai.net |
Nama Iwakami semakin melambung ketika ia menjadi otak di balik lahirnya Puella Magi Madoka Magica. Serial ini mengguncang industri dengan menyajikan subversi terhadap genre magical girl.
Iwakami adalah orang yang melempar ide untuk mempertemukan tiga nama besar dengan gaya yang kontras: sutradara Akiyuki Shinbo (SHAFT), penulis naskah Gen Urobuchi, dan desainer karakter Ume Aoki. Tim kolaborasi ini dinamakan Magica Quartet.
Iwakami menganggap genre magical girl sebagai "medium yang paling bisa menampilkan pesona anime" dan ia berhasil menyulap ekspektasi penonton menjadi sebuah mahakarya kelam. Ia bahkan mengaku bahwa cara kerja Shinbo, yang "meski seorang sutradara, memiliki sudut pandang seperti seorang produser," sangat memengaruhinya.
Hingga bertahun-tahun setelah perilisan, Iwakami dan tim masih sering bertemu untuk mendiskusikan kemungkinan proyek lanjutan Madoka Magica, menunjukkan dedikasinya yang tak pernah pudar pada waralaba tersebut.
| Foto: ani-gamers |
Iwakami juga menjadi aktor penting di ranah game seluler. Ia adalah orang yang menginisiasi pembuatan Fate/Grand Order (FGO). Awalnya, ia menginginkan sebuah "game sosial" yang memanfaatkan popularitas IP Fate.
Dari ide itulah, FGO lahir dan bertransformasi menjadi salah satu game RPG seluler terlaris di dunia. Ia tidak hanya terlibat dalam pembuatan proposal awal, tetapi juga aktif dalam memutuskan lokalisasi FGO ke pasar global.
Masa Depan Sony Music Japan
| Foto: The Japan Times. |
Pengangkatan Iwakami, yang berlaku efektif pada bulan April 2026, menandai pertama kalinya seorang eksekutif dengan latar belakang produksi video memimpin raksasa musik Jepang tersebut.
Berkat rekam jejaknya yang gemilang dalam memproduksi konten-konten ikonik dan mengembangkan bisnis visual dan karakter, Iwakami secara alami naik pangkat. Sebelum menjadi CEO Sony Music Japan, ia menjabat sebagai Representative Director dan CEO Aniplex sejak 2016. Pada April 2025, ia sudah menjabat sebagai Business Group CEO in charge of Visual & Character Business Group.
Akhirnya, pada awal tahun 2026, pengangkatannya sebagai CEO Sony Music Japan diumumkan secara resmi, efektif 1 April 2026. Pengangkatan ini menempatkannya sebagai pemimpin tertinggi divisi musik di Jepang, menandai puncak dari perjalanan panjang seorang produser yang memiliki dampak luar biasa pada industri anime dan hiburan modern.
Dari seorang produser yang berani mempertemukan nama-nama besar untuk proyek berisiko tinggi seperti Madoka Magica dan Fate/Grand Order, Iwakami telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar pengambil keputusan bisnis, tetapi seorang kreator visioner.
Lebih dari separuh penjualan Sony Music di Jepang saat ini berasal dari sumber non-musik, termasuk Aniplex, menurut jurnalis industri anime Tadashi Sudo. Jadi penunjukan Iwakami memungkinkan Sony Music untuk mempromosikan dirinya secara eksternal sebagai perusahaan hiburan komprehensif yang melampaui musik dan mencakup berbagai bidang, termasuk anime, film live-action, karakter, internet, dan event.
